Kendari – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari (Unismuh Kendari), khususnya dari Unit Kolegium. Tiga mahasiswa dari unit akademik tersebut berhasil meraih juara pertama dalam Kompetisi Debat Bahasa Indonesia Tingkat Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) di Jakarta, pada periode 10-15 April 2026. Pencapaian ini menambah deretan prestasi mahasiswa Unismuh Kendari di tingkat nasional dan menjadi bukti nyata komitmen kampus dalam mengembangkan potensi akademis mahasiswanya.
Tim debat yang terdiri dari Rizky Pratama Sutrisno (mahasiswa semester VII Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia), Siti Nurhaliza Putri (mahasiswa semester VI Program Studi Hukum), dan Muh. Alfian Rasyid (mahasiswa semester V Program Studi Manajemen) menunjukkan performa luar biasa dalam setiap putaran kompetisi. Mereka berhasil mengalahkan 47 tim debat dari berbagai universitas ternama di Indonesia, termasuk dari PTN dan PTS papan atas seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Airlangga.
Perjalanan Panjang Menuju Podium Tertinggi
Pencapaian ini bukanlah hasil yang datang begitu saja. Perjalanan panjang persiapan dimulai sejak awal tahun 2025 ketika tim debat Unismuh Kendari mulai fokus meningkatkan kemampuan argumentasi dan pemahaman mendalam tentang isu-isu nasional yang menjadi topik debat. Tim ini telah mengikuti berbagai kompetisi debat lokal dan regional untuk mengasah keterampilan mereka.
“Persiapan kami dimulai dari latihan dasar berupa internal competition di antara anggota tim Unit Kolegium sendiri,” ujar Rizky Pratama Sutrisno saat ditemui di Gedung Rektorat Unismuh Kendari pada Jumat, 17 April 2026. Pemuda berusia 22 tahun asal Kendari ini tampak bangga namun tetap rendah hati saat berbicara tentang perjalanan timnya menuju Jakarta.
“Kami sangat berterima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Kendari yang telah memberikan dukungan penuh, mulai dari biaya persiapan, pendampingan mentor, hingga fasilitas ruang latihan. Tanpa dukungan institusi, kami tidak akan bisa sampai di sini,” lanjutnya dengan suara yang penuh penghargaan.
Proses persiapan tim debat tidak terlepas dari peran pembimbing dan mentor yang berpengalaman. Dr. Ir. Nurul Hidayat, M.Si., selaku Koordinator Unit Kolegium Universitas Muhammadiyah Kendari, menyediakan fasilitas dan mendorong mahasiswa untuk terus berinovasi dalam mengembangkan argumentasi mereka. Selain itu, tim juga mendapatkan bimbingan teknis dari praktisi debat profesional yang pernah memenangkan kompetisi nasional sebelumnya.
Momentum Kompetisi dan Pencapaian Spektakuler
Kompetisi Debat Bahasa Indonesia Tingkat Nasional 2026 diikuti oleh 47 tim dari berbagai universitas dengan kategori terbagi menjadi dua: debat Bahasa Indonesia untuk mahasiswa dan debat daring dengan menggunakan platform digital. Tim Unismuh Kendari mengikuti kategori debat tatap muka konvensional yang dianggap sebagai kategori paling prestisius dalam kompetisi ini.
Dalam setiap putaran, tim dari Unit Kolegium Unismuh Kendari menampilkan performa konsisten. Mereka tidak hanya menguasai topik-topik debat yang diberikan secara mendadak, tetapi juga menunjukkan kemampuan luar biasa dalam penggunaan logika, data empiris, dan retorika yang efektif. Juri kompetisi sangat terkesan dengan cara tim ini mengintegrasikan nilai-nilai ke-Islaman dan kearifan lokal dalam argumentasi mereka.
“Apa yang membuat tim ini berbeda adalah mereka tidak hanya pintar berdebat, tetapi juga memiliki nilai-nilai kemanusiaan yang kuat dalam setiap argumentasi. Mereka mampu mempertahankan etika debat yang tinggi sambil tetap agresif dalam menyampaikan pendapat mereka,” ungkap Prof. Dr. Bambang Sutrisno, Ph.D., salah satu dewan juri dari Universitas Indonesia yang menjadi penilai utama kompetisi ini.
Dalam final yang berlangsung pada 15 April 2026, tim Unismuh Kendari harus menghadapi tim dari Universitas Padjadjaran Bandung yang juga menampilkan performa sangat baik. Topik debat dalam final adalah “Pembatasan Penggunaan Media Sosial untuk Generasi Muda: Perlukah Regulasi Ketat?”. Dengan pertanyaan kontroversial ini, kedua tim dituntut untuk menunjukkan kemampuan berpikir kritis tingkat tinggi.
Tim dari Unismuh Kendari memilih posisi pro terhadap pembatasan penggunaan media sosial dengan regulasi yang ketat, namun tetap mempertahankan kebebasan berpendapat. Mereka berhasil menunjukkan argumentasi yang matang dengan didukung data-data penelitian terkini tentang dampak negatif media sosial terhadap kesehatan mental generasi muda, kecanduan digital, dan penyebaran informasi hoaks.
Dukungan Penuh dari Universitas
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. H. Bahri Andi Mattalatta, M.Ag., sangat apresiasif terhadap pencapaian ini. Beliau memberikan pengakuan resmi dan bonus prestasi kepada ketiga mahasiswa pemenang serta mentor mereka.
“Prestasi ini adalah bukti nyata bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki mahasiswa-mahasiswa berkualitas yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan soft skill yang luar biasa. Kami bangga menjadi institusi pendidikan yang telah melahirkan generasi pemimpin yang unggul,” kata Dr. Bahri Andi Mattalatta dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Aula Utama Rektorat Unismuh Kendari pada Kamis, 16 April 2026.
Rektor juga menambahkan bahwa pencapaian ini akan menjadi motivasi bagi mahasiswa-mahasiswa lain untuk terus meningkatkan prestasi mereka. “Kami akan terus memberikan dukungan dan fasilitas terbaik bagi mahasiswa yang memiliki potensi untuk berkompetisi di tingkat nasional dan internasional. Investasi dalam pengembangan mahasiswa adalah investasi dalam membangun masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik,” lanjutnya.
Dampak dan Signifikansi Prestasi
Pencapaian mahasiswa Unit Kolegium Unismuh Kendari ini memiliki dampak signifikan tidak hanya bagi mahasiswa dan universitas, tetapi juga bagi perkembangan pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara. Prestasi ini membuktikan bahwa universitas lokal di wilayah timur Indonesia mampu bersaing dengan universitas-universitas besar di Jawa dan wilayah barat Indonesia lainnya.
Dr. Nurul Hidayat, sebagai Koordinator Unit Kolegium, menjelaskan bahwa pencapaian ini adalah hasil dari ekosistem akademik yang kondusif dan strategi pengembangan mahasiswa yang terukur.
“Unit Kolegium dirancang khusus untuk mengembangkan mahasiswa-mahasiswa pilihan dengan potensi akademik tinggi. Program-program pengembangan kepemimpinan, debat, dan soft skill lainnya menjadi bagian integral dari kurikulum kami. Prestasi Rizky, Siti, dan Alfian adalah validasi bahwa sistem yang kami terapkan bekerja dengan baik,” ujar Dr. Nurul Hidayat dengan penuh optimisme.
Siti Nurhaliza Putri, salah satu anggota tim, juga berbagi pesan inspiratif bagi mahasiswa-mahasiswa lain. “Saya ingin menyampaikan bahwa setiap mahasiswa memiliki potensi untuk meraih prestasi tinggi. Yang terpenting adalah ketekunan, dedikasi, dan dukungan dari orang-orang terdekat. Tidak peduli di mana kami berada, di Kendari, kami tetap bisa bersaing dengan mahasiswa dari kota-kota besar. Kepercayaan diri dan kerja keras adalah kunci kesuksesan,” katanya sambil tersenyum.
Penutup dan Harapan ke Depan
Prestasi mahasiswa Unit Kolegium Universitas Muhammadiyah Kendari dalam Kompetisi Debat Bahasa Indonesia Tingkat Nasional 2026 menandai era baru bagi kampus ini. Pencapaian ini bukan hanya sebuah trofi atau sertifikat, tetapi representasi nyata dari komitmen Unismuh Kendari dalam mengembangkan sumber daya manusia berkualitas tinggi yang mampu bersaing di tingkat nasional dan global.
Ke depannya, diharapkan pencapaian ini dapat menginspirasi lebih banyak mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan kompetisi akademik dan mengharumkan nama kampus serta daerah asal mereka. Universitas Muhammadiyah Kendari juga berkomitmen untuk terus meningkatkan fasilitas dan program pengembangan mahasiswa agar dapat menghasilkan lebih banyak prestasi serupa di masa mendatang.
Dengan prestasi ini, Universitas Muhammadiyah Kendari telah membuktikan bahwa lokasi geografis bukanlah hambatan untuk meraih kesuksesan akademik. Semangat, dedikasi, dan dukungan institusional yang kuat adalah modal utama untuk menghasilkan mahasiswa-mahasiswa berprestasi yang siap menjadi pemimpin masa depan Indonesia.
—
Informasi Tambahan:
– Tim debat Unismuh Kendari akan menerima piala emas, sertifikat, dan hadiah uang tunai sebesar Rp 50 juta dari panitia penyelenggara
– Hasil prestasi ini akan dirayakan dalam acara wisuda khusus dan pengakuan institusional dari Universitas Muhammadiyah Kendari
– Tim akan melanjutkan persiapan untuk mengikuti kompetisi debat internasional pada semester depan